Mengenai Saya

Ketika kita diam maka semua sepertinya tidak ada persoalan tetapi ketika kita bersuara maka mereka akan tau bahwa kita mempunyai persoalan, yang harus di selesaikan. Kebenaran harus ditegakan, untuk mendapatkan kebenaran harus berjuang karena kebenaran telah tertindas, dan telah dengan sengaja ditutupi.....'aku merasa tertindas, apakah kamu merasa hal yang sama seperti aku sebelum aku akan mulai memposting blog ini aku mohon agar di mengerti semua bahasa atau kosa kata yang penulis buat di sini tidak ada komentar buat hal tidak benar dengan kata lain tidak membrikan ijin bagi siapapun yang menipu diri orang lain berarti telah menipu dirinya sendiri.........................

Minggu, 29 Desember 2013

GEREJA DI TANAH PAPUA PUTUSKAN BERGABUNG DENGAN KONFERENSI GEREJA PASIFIK


Jayapura, 8/11 (jubi) – Gereja-gereja di Papua Barat memutuskan untuk bergabung dengan blok Pasifik (Pacific Conference of Churches) sebagai sebuah langkah terbuka terhadap penentuan nasib sendiri paska sidang Majelis Dewan Gereja Dunia ke-10 di Busan, Korea Selatan, yang berakhir hari ini (8/11).


“Kami adalah orang-orang Pasifik dan percaya bahwa hubungan budaya dan geografis kita membawa kita untuk bergabung dengan PCC dan saudara-saudara kita di wilayah (Pasific-Red) ini,” kata Leonard Imbiri, salah satu delegasi Papua Barat yang hadir dalam sidang Dewan Gereja Dunia ini kepada Jubi (8/11).
Seminggu bekerja bersama rekan-rekan dari Gereja-Gereja Pasifik, menurut Leonard, telah membawa mereka lebih dekat kepada komunitas Gereja Pasifik.
“Pekerjaan gereja-gereja Pasifik dalam penentuan nasib sendiri sangat menggembirakan dan kami ingin menjadi bagian dari itu.” lanjut Leonard.
Sekretaris Jenderal Pacific Conference of Churches, Pendeta Francois Pihaatae, dalam kesempatan yang sama, kepada Jubi mengatakan jika ia telah mendengar keinginan Gereja di Papua Barat untuk menjadi anggota PCC. Meski disebutkan beberapa kali usaha gereja-gereja Papua untuk bergabung dengan PCC ditentang oleh Konferensi Kristen Asia (CCA), Pendeta Francois Pihaatae sangat menyambut baik langkah tersebut.
“Saya telah diberitahu oleh sumber dalam CCA bahwa mereka tidak keberatan untuk gereja-gereja Papua bergabung dengan PCC.” kata Pendeta Francois Pihaatae.
Selama berlangsungnya sidang Dewan Gereja Dunia ini, didukung oleh perwakilan gereja-gereja Australia dan Papua Barat, perwakilan Pacific berbicara menentang apa yang mereka sebut sebagai penyalahgunaan sumber daya, penggunaan lahan yang tidak berkelanjutan dan kegagalan untuk mengambil tindakan terhadap dampak perubahan iklim serta penentuan nasib sendiri.
“Para pemimpin kita juga harus berbicara tentang isu-isu penentuan nasib sendiri bagi masyarakat adat termasuk di Papua Barat, suku Aborigin di Australia dan tempat lain di seluruh Pasifik,” kata Pastor Roberta Stanley dari Uniting Church di Australia.
Salah satu aktivitas perwakilan Pasific adalah meluncurkan sebuah petisi yang meminta dan menyerukan kepada dunia untuk mengakhiri pembunuhan sewenang-wenang di Papua Barat yang dilakukan oleh pasukan keamanan Indonesia. Petisi ini telah ditandatangani oleh 12 anggota PCC dan telah diserahkan kepada World Conference Church (WCC), kemarin (Kamis, 7/11).
“Gereja-gereja berharap petisi tersebut akan merupakan bagian dari pernyataan penutupan WCC hari ini kata Pendeta Francois Pihaatae . (Jubi/Victor Mambor)



Selasa, 24 Desember 2013

Natal Bangsa Papua Memberkati Bangsa-Bangsa Terkusus Indonesia

Selamat Natal 2013 dan Tahun Baru 2014.............
Bangsa Papua selamat merayahkan natal dan tahun baru pada kesempatan ini saya mengajak kita untuk mengintrospeksi dirikita lebih jauh kususnya perjuangan kita, karen kita melawan sesuatu yang bukan milik Tuhan dan "akan menjadi milik Tuhan" kepulauwan indonesia ini merupakaan bagian yang tak terpisahkan dari pemiliknya yaitu Tuhan sendiri yang menjadi raja diatas segala raja namun kita perlu tauh bahwa kita telah diberikan tempat yang berbeda-beda yang menjadi milik kepunyaan kita yaitu tanah pulau dan sumber daya alam yang berdiam di dalam pulau tersebut, indonesia telah diberikan Tuhan dari sabang hingga maluku atau ambouina, sehingga kita sebagai orang-arang yang memperjuangankan agar papua merdeka akan dan suda didengar oleh Tuhan yang menjadi raja atas pulau-pulau yang kita diami disini yaitu papua, kita tidak akan pernah salah untuk memperjuangkan kebebasan pulau kita, karena itu adalah kehendak Tuhan karena Tuhan tidak mau kita adalah anak-anakNya menderita, yaitu anak-anak Tuhan Yesus Kiristus memperjuangkan hal yang benar karena Tuhan tidak mau kita terjajah atau terhimpit oleh onak duuri dan batu-batu sehingga iman kita akan mati. karena rencana Tuhan yang sangat besar untuk bangsa papua yang berkulit hitam berambut kering gimbal untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa didunia terkusus indonesia dengan jumblah muslim terbesar didunia, Tuhan menghadirkan bangsa papua untuk menginjili bangsa indonesia menyelamatkan mereka. Kita harus sadar betul apa maksud Tuhan ketika kita berada di indonesia sekarang maupun nati ketika kita merdeka karena kita adalah milik kepunyaan Tuhan dengan pulau yang terkaya di seluru bumi dan masih banyak lagi yang Tuhan akan tunjukan ketika kita merdeka maka semua kekayaan itu akan nampak kelihatan Tuhan akan menghiasi kita seperti bunga bakung yang ditanan di ladang bahkan lebih dari pada itu karena raja salomo dalam kekayaan nya iah tidak di dan-dan dengan keindahan dan kecantikan bunga bakung namun kita orang papua akan lebih lagi diberkati oleh Tuhan Yesus Kristus dalam  kemegahan kita, kita akan di berkati oleh Tuhan denga mengasihi bangsa seperti bangsa indonesia ini